Skip to main content

Resensi Novel The Stranger (Albert Camus)

BAGAIMANAPUN, bisa saja aku tidak yakin tentang apa yang menarik perhatianku, tetapi aku sungguh yakin tentang apa yang tidak menarik bagiku.

(Sampul) The Stranger (Orang Asing) oleh Albert Camus - Edisi Bahasa Indonesia

Judul: The Stranger
Penulis: Albert Camus
Penerbit: MIZAN Pustaka
Ilustrasi Sampul dan Isi: Ikbar Moenandar (Garisinau)
Tahun Terbit: November 2022 (Cetakan Pertama)
Halaman / Ukuran: vi + 158 / 13 x 25 cm
Nomor ISBN: 978-602-441-300-2
Goodreads: 4.03 / 5.00 ★★★★☆
Personal Rating: 4.00 / 5.00 ★★★★☆

Blurb: Meursault, seorang Prancis yang tinggal di Aljazair, menerima telegram tentang kematian ibunya di wisma lansia di luar kota. Dia menghadiri pemakaman ibunya, tetapi tanpa tangisan dan kesedihan. Beberapa hari kemudian, dia menembak seorang pria Arab di pantai tanpa alasan yang jelas. Meursault ditangkap dan diadili. Dia dijatuhi hukuman mati, tidak hanya karena membunuh pria Arab, tetapi juga atas kegagalannya menunjukkan kesedihan di pemakaman ibunya. Melalui kisah Meursault, Camus mengeksplorasi apa yang disebutnya ketelanjangan manusia ketika dihadapkan pada yang absurd.

Genre: Sastra, Fiksi, Klasik, Filosofi
Kategori: Novel, Literatur Prancis, Terjemahan


PERTEMUAN saya dengan The Stranger (terjadi tidak terencana) setelah menonton film Dua Hati Biru—sekuel dari film pertamanya, Dua Garis Biru. Saya kemudian memutuskan untuk mampir ke toko buku terdekat bersama seorang kawan lama, dan menemukan buku ini teronggok sendirian di jajaran rak paling bawah. Tertarik dengan sampulnya, saya memutuskan untuk membawa The Stranger bersama novel Dracula karya Bram Stoker ke atas meja kasir. Dan ternyata, The Stranger lebih dari sekedar novel asing yang saya ambil secara impulsif dari rak toko buku.

The Stranger karya Albert Camus diterbitkan pertama kali pada tahun 1942 dan mendapat penghargaan Nobel di tahun 1957 sebagai salah satu karya sastra berpengaruh di dunia. Novel ini juga telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh MIZAN Pustaka. Sebagai penulis, Albert Camus berhasil mengangkat topik terkait pergolakan hati manusia dan pertanyaan-pertanyan soal kehidupan—yang tidak hanya terjadi pada masanya saja, dan masih relevan hingga saat ini. Penerbit MIZAN Pustaka juga cakap dalam menuturkan hasil terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia dengan baik, sehingga kisah Meursault tetap bisa diikuti sampai ke babak terakhir.

Novel ini menggunakan alur maju dan membagi kisahnya menjadi dua bagian: Bagian Pertama (6 Bab) dan Bagian Kedua (5 Bab) dengan total keseluruhan 11 Bab. Bagian Pertama menceritakan kehidupan sehari-hari Meursault—yang kemudian terseret dalam kasus pembunuhan yang "ganjil". Dan di Bagian Kedua menceritakan nasib yang dihadapi Meursault setelah ditangkap dan ditahan atas tuduhan pembunuhan tersebut. Menggunakan sudut pandang orang pertamaThe Stranger mengajak pembaca untuk menyelami sudut pandang tokoh utama dalam memaknai arti hidup yang tengah dijalani.

Albert Camus sebagai Meursault, mengawali ceritanya dengan berita kematian ibu Meursault di sebuah wisma lansia di Marengo, Alger (nama ibu kota Aljazair dalam bahasa Prancis). Meursault kemudian menyempatkan diri mampir ke restoran Celeste untuk makan siang—sekalian meminjam dasi hitam dan ban lengan untuk melayat. Ketika sampai di tujuan dan ditanyai apakah ingin melihat jasad ibunya, Meursault menjawab: "Tidak." Saat mengantar dan menghadiri pemakaman almarhumah sang ibu, Meursault dikenalkan dengan Thomaz Perez—teman mendiang ibunya sewaktu masih hidup. 

Sehari berlalu, dan semuanya kembali seperti biasa. Meursault kemudian bertemu dengan seorang kenalan lama, Marie Cardona—mantan juru tik di kantornya—dan menghabiskan waktu bersama sampai menjelang pagi. Di lingkungan tempatnya tinggal, Meursault bertetangga dengan Salamano, dan Raymond Sintes—pria dengan kisah cinta yang rumit dan diketahui memiliki masalah dengan dua orang pria Arab. Pertemanan Meursault, dan Raymond kemudian semakin akrab. Hubungan romantisnya bersama Marie juga sempat menjadi pertanyaan ketika wanita itu mulai bertanya: Apakah ia mencintai Marie? Apakah ia ingin menikahi Marie? dan jawabannya hanya seputar: "Ya" dan "Tentu saja". Sampai pada suatu pagi di Minggu yang cerah, Meursault, Marie, dan Raymond pergi ke rumah pondok Masson—kenalan Raymond—di dekat Alger. Mereka bertiga kemudian menghabiskan makan siang bersama dengan Masson dan Istri yang setelahnya, membawa Meursault pada pintu kemalangan nasib. "Aku pernah melakukan ini dan tidak melakukan itu. Aku tidak melakukan ini, sementara kulakukan itu. Lantas kenapa?" (Bab V - Bagian Kedua, Hlm. 153).

Ketika The Stranger menuju babak akhir, Meursault dihadapi dengan dakwaan-dakwaan, tuduhan-tuduhan, penilaian-penilaian orang, serta kesaksian-kesaksian dari beberapa orang terdekat yang dikenalnya. Dan selama itu pula, Meursault merenungi bagaimana kehidupan manusia bisa terjadi begitu absurd"Menurut saya, itu hanya kesialan. Semua orang tahu seperti apa kesialan itu. Anda tidak berdaya menolak kesialan." (Bab IV - Bagian Kedua, Hlm. 118).

Kesan saya ketika berhasil menyelesaikan The Stranger untuk pertama kali: cerita ini aneh. Tiap kali saya mengingat momen tersebut, rasanya ingin tertawa sepuas-puasnya. Meursault memang anehPerlu dua sampai tiga kali saya membaca, mencermati, meresapi, dan memahami apa yang ingin di sampaikan oleh penulis. Barulah setelah itu, saya mengerti ke mana arah pemikiran Albert Camus dalam kisahnya bersama Meursault. Semua jadi tidak seaneh seperti yang saya kira sebelumnya, bahwa apa yang dituturkan Meursault adalah benar dan bisa saja terjadi di dunia nyata.  

Lewat The Stranger karya Albert Camus, secara implisit penulis menyampaikan kepada pembaca untuk belajar tidak menjadi orang yang fanatik terhadap sesuatu; tidak perlu mengikuti apa yang orang lain ikuti; tidak perlu memaksakan hidup seperti apa yang dikatakan orang lain. Hal terpentingnya adalah bagaimana seseorang dapat memaknai dan menjalani kehidupan sebagai manusia dengan sebaik-baiknya. Bersama The Stranger, pembaca belajar untuk siap menghadapi berbagai situasi, hal, dan peristiwa tidak terduga yang bisa terjadi kapan saja. "Ibu sering berkata bahwa manusia tidak mungkin mengalami kenestapaan mutlak." (Bab VI - Bagian Kedua, Hlm. 143). 

Sebagai pemerhati seni, saya langsung terpikat oleh ilustrasi sampul buku yang dibuat untuk The Stranger; sangat cantik! Walaupun begitu, saya sempat agak kebingungan mencerna maksud yang ingin disampaikan oleh Albert Camus dalam karyanya ini. Ini juga termasuk kali pertama saya membaca buku dengan genre filosofi; saya tidak kapok. Mungkin saya akan membaca karya Albert Camus yang lain di masa depan dan menuliskan resensinya.

Novel ini cocok bagi kalian yang menyukai bacaan bergenre klasik, sastra, atau filosofi. Dari The Stranger, pembaca diharapkan untuk tetap bisa menjalani hidup dengan pemikiran kritis dan tidak menilai hanya berdasar dari suatu benar dan salah. Jika kalian suka mengoleksi karya Dazai Osamu, Franz Kafka, dan Fyodor Dostoevsky, The Stranger harus menjadi bacaan kalian berikutnya! 

"Jadi, sebenarnya dia diadili karena memakamkan ibunya, atau karena membunuh orang?" (Bab III - Bagian Kedua, Hlm. 123). [ ]

Comments

Popular posts from this blog

Resensi Novel Burial Rites (Hannah Kent)

ORANG-ORANG mengaku mengenalmu dari hal-hal yang pernah kaulakukan, dan bukan dengan duduk mendengarkanmu. Walaupun kau berusaha keras menjalani hidup bersih, kalau kau membuat satu kesalahan, kesalahanmu tidak bakal dilupakan.

Resensi Novel Ibu Susu (Rio Johan)

DIA percaya mimpi itu pertanda.   Dia tidak punya harta yang cukup ditukarkan dengan jasa juru tafsir kota, tetapi dia percaya kalau mimpi susunya itu adalah sebuah pertanda.